Tikachu's Weblog

Just another WordPress.com weblog

Being FAST Through F-A-S-T Attempt !!

pada Januari 6, 2011

Menyambung tulisan saya sebelumnya, WHAT WE CALL CHANGE, masih dan akan selalu aktual untuk bicarakan PERUBAHAN.

Beberapa hari yang lalu diskusi dengan seorang teman, yang ces adem kalo ngobrol ama beliau🙂. Banyak ilmu, banyak pengalaman, banyak amal.

Kalo AA Gym bilang: mari mulai perubahan MULAI DARI DIRI SENDIRI, MULAI SAAT INI, dan MULAI DARI HAL YANG KECIL, saya sangat sepakat dengan konsep ini. Tapi, tetep, masalah klasikal adalah tidak banyak orang dan tim yang KONSISTEN dan KOMITMEN terhadap perubahan itu sendiri.

Dibutuhkan integritas, daya tahan, dan kemampuan khusus tersendiri jika ingin terlibat sebagai Agen Perbaikan (sebagai pengganti Agen Perubahan). Mengapa Agen Perbaikan? Supaya memunculkan sikap optimisme terhadap hasil perubahan yang positif. Mengutip juga dari teman yang sama, bahwa PERUBAHAN itu sendiri bisa berujung pada 3 hal: Stagnansi, Kemunduran, atau Perbaikan. Yah,,,,kita yang berusaha yang tentukan arah perubahan itu.

Ada atribut yang memang WAJIB (gak pake nego) untuk para Agen Perbaikan. Mari ringkas dia sebagai atribut FAST: Fathonah – Amanah – Shiddiq – Tabligh. Being FAST Through FAST attempt.

Fathonah, alias cerdas. Bukan hanya cerdik, licik, apalagi picik. Cerdas membaca kondisi, cerdas menangkap peluang, cerdas menganalisis sejarah via data, bukan sekadar intusisi. Dalam beberapa kasus yang berhasil, memang intuisi bermain, dan keberuntungan ikut campur, tapi mereka tidak selalu hadir. Dibutuhkan kemampuan khusus untuk mengawal perubahan itu sendiri. If you have nothing, then it must be you are nothing.

Amanah, alias menjaga amanah yang diberikan. Dalam Al Qur’an pun memang sudah digariskan bahwa ketidakamanahan adalah sifat dasar yang ada di setiap manusia (QS Al Ahzab, 33: 72). Menjadi orang amanah bukan hanya sekadar menjaga ritme kerja sesuai posisi atau jabatan. Tapi bagaimana mentransformasikan amanah yang dipercayakan menjadi nilai-nilai manfaat dan pembelajaran bagi diri sendiri dan lingkungan. That’s the point.

Shiddiq, alias jujur. Dibutuhkan integritas, sesuatu yang sulit dilakukan, gampang nian diucapkan. Mudah direncanakan, susah dibumikan. Jujur menyampaikan apa adanya, bukan ada apanya sehingga senantiasa dibaluti ketakutan kehilangan, muncul intrik baru dalam perubahan, disingkirkan, bahkan dikhianati. Tidak mudah, memang, tapi dia bisa dilatih lewat aktivitas yang dilakukan berulang-ulang.

Tabligh, alias kemampuan menyampaikan yang benar. Bukan berarti sarjana, master, dan doktor lulusan jurusan komunikasi internasional sudah menjadi pakar komunikasi. Poinnya tidak hanya pada kemampuan komunikasi, tapi pada cara dan konten. Menyampaikan dengan bahasa yang tepat sasaran, dan juga dengan konten yang benar. Latihan presentasi dan menyajikan data bisa menjadi salah satu latihan untuk memiliki atribut tabligh.

Does that FAST attempt work? Just try by your self.

Setidaknya tokoh nomor satu yang pengaruhnya diakui di dunia sudah menggunakan atribut ini untuk merebut pengaruh selama kurang labih 1432 tahun. Dialah Rasulullah🙂. Gak usah jauh-jauh ikutan Training Michael Porter di Amerika, sekolah komunikasi di Harvard. Kita sudah tau rumusnya, tinggal pelaksanaannya.

Never ending learning for never ending change

Tomang 11, Jakarta

6 Januari 2011


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: