Tikachu's Weblog

Just another WordPress.com weblog

Lihat Resep Hidup di Jarimu. Check it Out !

pada November 30, 2010

Seru juga cerita-cerita ama temenku yang satu ini. Lagi-lagi lintasan inspirasi datang dari diskusi kecil sambil ngemil ayam😀

Dulu … aku pernah bertanya-tanya, kenapa tangan kita bentuknya seperti bell curve. Kenapa tidak berbentuk kurva linier, apalagi eksponensial. Kenapa dia tidak lurus semua, sejajar satu sama lain. Pertanyaan sederhana, tapi ternyata dengan tabir hikmah yang luar biasa di baliknya.

Salah seorang guru temanku pernah berbagi cerita, kalau kita bisa melihat tanda kehidupan di jari tangan kita. Memang, untuk melihat kebesaran-Nya, gak perlu jauh-jauh ke Raja Ampat, Bunaken, apalagi Grand Canyon. Many things we can learn from our own body.

Mulai dari kelingking menuju ibu jari

Kelingking jari terkecil di antara semua jari. Jari ini melambangkan usia 0-10 tahun. Di masa ini kita belajar banyak hal yang luar biasa. Mulai dari mendengar sampai bisa berbicara, mulai dari merangkak sampai bisa berjalan tegak, mengenal macam-macam rasa yang semuanya dimulai dari keluarga. Untuk menuju jari berikutnya, jari manis, butuh loncatan yang sangat tinggi, bahkan paling tinggi di antara loncatan untuk menuju jari-jari lainnya. Cek aja tanganmu. Dan di masa ini, kita mengalami jatuh bangun, turunan dari kelingking untuk menuju jari manis. Tapi turunan yang ada tidak sebesar turunan untuk menuju jari-jari lainnya. Makanya, usaha paling besar dan signifikan dalam hidup ada di fase ini. Dari yang tadinya makhluk kecil dan lemah, belajar untuk tumbuh kuat dan mengenal dunia luar.

Jari manis, mewakili usia 11-20 tahun. Di masa ini, kita mengenal hal-hal manis dalam hidup. Apa itu kasih sayang, apa arti sahabat, apa arti cinta, dan apa arti suka. Masa ini merupakan masa rentan, karena persiapan di masa ini sangat menentukan untuk loncatan di masa berikutnya, yaitu loncatan menuju jari tertinggi yaitu jari tengah (masa hidup untuk berkarya paling optimal). Jatuh bangun yang dialami pada masa ini lebih curam dibandingkan dengan masa kelingking. Kita dituntut untuk lebih dewasa.

Jari tengah adalah jari tertinggi di antara semua jari, yang melambangkan usia 21-30 tahun. Masa di mana kita bisa mencapai puncak karya. Lambang keoptimalan, lambang keangkuhan. Makanya jari tengah digunakan sebagai lambang merendahkan orang lain, terutama di budaya barat. Pada masa ini jatuh bangun yang dirasakan lebih curam dibandingkan turunan jari manis. Kita dituntut untuk semakin dewasa.

Jari telunjuk menunjukkan masa kepemimpinan, yaitu di masa 31-40 tahun. Masa ketika hasil karya di periode sebelumnya membuahkan hasil, berupa amanah sebagai pemimpin. Saat ini adalah masa kita untuk menunjuk dan menjadi penunjuk. Dan tentunya bersiap-siap untuk menghadapi jatuh bangun yang paling curam dalam hidup. Tengok lagi jarimu.

Ibu Jari adalah jari ekstrem, karena jari terpendek, jari terbesar, jari terkuat, dan jari yang memiliki akses termudah untuk bisa berinteraksi dengan jari-jari lainnya. Posisi usia di atas 40 tahun.  Lambang kemapanan, kehebatan, dan kearifan.

Nice🙂

Juga mengapa mata dua? –supaya kamu lebih banyak melihat
Mengapa telinga dua? –supaya kamu lebih banyak mendengar
Dan mengapa lidah satu? -Karena dia terlalu tajam untuk berucap ..

Jakarta
30 November 2010


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: