12 hari menuju hari kelahiranku, 25 tahun yang lalu.
Saat aku menangis pertama kalinya di dunia. Sebuah tangis yang justru dinanti. Seisak tangis yang justru membuat orang sekelilingku bahagia. Aku membuat ibuku merasa menjadi wanita sempurna, membuat ayahku menjadi pria seutuhnya, dan membuat kakakku memiliki teman bermain baru. Aku rindu kepuasan menangis momen itu.
Maafkan aku, diriku..
Saat kini aku seringkali menangis karena kelemahanku
Masa kini aku seringkali menangis karena penyesalanku
Waktu kini aku seringkali menangis karena kebodohanku
Yang tidak membuat orang lain di sekitarku bahagia
Yang tidak membuatmu, diriku, menjadi lebih kuat, lebih semangat
Februari ceria
. Ini masamu
Berhentilah menangis, diriku..
Menangis sajalah nanti, kelak saat momen yang lain bisa merasakan kebahagiaan. Menangis yang didampingi senyuman. Bisa, kan?
Melur, Jakarta
17 Februari 2011, 13:49