Hampir 1 bulan terakhir saya berada di lingkungan yang sangat dinamis, penuh suara dan harapan tentang perubahan menuju arah yang lebih baik. Banyak kalimat-kalimat motivasi yang didengungkan:
Keep on moving and keep the spirit high
Do it better everyday
Many things to do, many dreams will become true
Do the best for everything
Good to Great
No Mistake
Service Excellence
and…many more…
Menjadi fitrah, saat manusia ingin berada di lingkungan yang nyaman, yang kebutuhannya terpenuhi setahap demi setahap mulai dari yang paling dasar sampai yang paling puncak. Maslow sendiri sudah mengadakan penelitian yang saat ini dijadikan referensi untuk para tim HRD di segala bidang usaha. Mulai dari kebutuhan fisiologis (lapar, haus, tidur, dll), kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan sosial (diakui oleh masyarakat, dll), kebutuhan untuk dihargai, dan kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri. Setiap fase kehidupan akan berputar di kebutuhan-kebutuhan tersebut. Setiap orang, kelompok orang, organisasi akan senantiasa bereaksi terhadap kondisi-kondisi yang mengharuskan mereka untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Konsep sederhana yang sudah dikenali secara umum untuk bisa menjadi lebih baik adalah dengan: BELAJAR. Garvin, Edmondson, dan Gino (2008) dari Harvard Business school menyatakan satu konsep belajar bersama yang bisa dilakukan secara masif. Konsep bersama ini dikenal dengan istilah Organisasi Pembelajar. Ada 3 syarat yang harus dipenuhi saat sebuah organisasi ingin belajar bersama-sama untuk menjadi lebih baik: lingkungan pembelajaran yang mendukung, proses pembelajaran yang konkret, dan kepemimpinan yang mendukung proses pembelajaran. Tiga pilar ini yang akan menjadi penyokong utama proses menuju Organisasi Pembelajar.
Pertanyaan nan sederhana muncul: “Dari mana kita memulai langkah belajar masif itu?”
Jawabannya pun tak kalah sederhana: “Dari diri sendiri dengan menggunakan konsep 3M: Mempelajari, Mengamalkan, Mengajarkan“
Mempelajari berarti dibutuhkan pemahaman terhadap konsep-konsep yang ada, menerjemahkannya dalam amal/tataran praktis yang dicontohkan oleh diri sendiri, dan membaginya pada orang lain (mengajarkan). Dengan demikian, akan tercipta suatu proses pembinaan yang berkesinambungan dan pada akhirnya bisa bergerak untuk belajar bersama.
Tertarik untuk belajar bersama? Mari terbuka, berdiskusi, dan terus berbagi.
–Untuk sahabat-sahabat yang sudah banyak menginspirasi dalam 1 bulan ini–
Selamat berkarya